Kamis, 11 Agustus 2011

Simoncelli Siap Beri Bukti


Kesampingkan dulu rencana Honda untuk MotoGP musim depan. Marco Simoncelli berniat secepatnya memberikan bukti dirinya masih layak menunggang Honda. Pembalap Gresini Honda itu memulai kampanye tersebut di MotoGP Ceko yang berlangsung di Brno, akhir pekan ini.

Paro pertama musim 2011 berlangsung kurang baik bagi pembalap Italia itu. Dia malah menjadi subyek dari banyak kontroversi di musim 2011. Umumnya karena gaya membalapnya yang ugal-ugalan, terutama setelah beberapa kali terlibat dalam tabrakan dengan Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo.

Meski begitu, Simoncelli juga memperlihatkan potensi yang menjanjikan di atas tunggangannya Honda RC212V. DIa menghasilkan dua kali pole position yaitu di Spanyol dan Belanda, serta total enam kali memulai balapan dari barisan depan.

Namun, pembalap berusia 24 tahun itu belum berhasil mewujudkan potensi itu semua menjadi balapan yang lebih baik dari sekedar tiga kali finis di tempat kelima. Menjelang balapan di Brno akhir pekan ini, Simoncelli menginginkan hasil terbaik di sana dan ingin mengubah penampilannya di paro kedua musim ini.

"Saya ke Brno mencari hasil terbaik," ujar Simoncelli seperti dilansir Autosport. "Kami harus fokus pada paruh kedua musim ini dan mencoba mencetak beberapa hasil positif," lanjutnya.

Seperti halnya pembalap lain, Simoncelli merasa karakteristik Sirkuit Brno cocok dengan gaya membalapnya. Saat menjejak kelas MotoGP, dia memang belum menghasilkan prestasi bagus. Namun prestasinya di kelas 250 cc dan 125 cc membuatnya yakin bisa tampil baik di Brno.

"Sirkuit itu cocok dengan gaya balap saya meski saya tak begitu baik di sana tahun lalu di kelas MotoGP. Saya menang di sana sebelumnya, ketika di kelas 250, dan saya juga meraih pole dan podium di kelas 125. Secara keseluruhan itu adalah trek yang saya sukai dan saya harap bisa tampil baik," ungkap Simoncelli

Bos tim Gresini, Fausto Gresini, juga memberikan dukungan untuk mewujudkan ambisi Simoncelli. Dia menegaskan bahwa tim akan berupaya maksimal untuk membantu Simoncelli mengonversi kemampuannya menjadi hasil positif, sehingga pembalap Italia itu bisa mengikuti jejak Toni Elias pada 2006, yang menjadi pembalap terakhir dari tim satelit yang bisa meraih kemenangan (di GP Portugal).

Seperti diberitakan sebelumnya, kubu Honda siap melepas dua pembalapnya, Simoncelli dan Andrea Dovizioso. Tenaga mereka tak akan dipakai lagi untuk musim 2012. Namun, Simoncelli bersikeras bertahan dan berharap mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak di Brno.

Rossi Bikin Stoner-Lorenzo Prihatin


Performa Valentino Rossi yang sangat buruk dalam debutnya bersama Ducati pada MotoGP 2011 ini mengundang keprihatinan. Banyak kalangan yang terkejut dengan apa yang diraih "The Doctor", termasuk dua rivalnya yang sedang bersaing ketat memperebutkan gelar juara dunia musim ini, Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.



Kecepatannya masih ada, sehingga mereka hanya perlu mencari tahu apa yang salah dengan motornya. Tapi saya sangat berharap mereka bisa semakin dekat



Memang harus diakui, Rossi belum mampu menaklukkan Desmosedici tunggangannya dan sangat tidak kompetitif. Konsekuensi logisnya, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut terpuruk dan hampir pasti terlempar dari persaingan mengejar trofi juara dunia.

Prestasi Rossi sangat bertolak belakang dengan apa yang dicapai Stoner, ketika masih menjadi skuad tim yang bermarkas di Bologna tersebut. Selama empat tahun menunggang Desmosedici, pebalap Australia ini meraih 23 kemenangan dan sukses membawa Ducati untuk pertama kalinya menyabet gelar juara dunia pada tahun 2007.

Namun di bawah kendali Rossi, Ducati justru terpuruk dan belum pernah meraih kemenangan. Tampaknya, pebalap Italia tersebut belum memberikan dampak yang signifikan, seperti yang diharapkan. Buktinya, sejak memutuskan untuk keluar dari Yamaha pada akhir musim lalu, Rossi nyaris tak pernah bisa bersaing untuk naik podium, apalagi meraih kemenangan--baru satu kali menjadi peringkat tiga. Sebuah kampanye yang mengecewakan!

Inilah yang membuat Stoner, yang meraih tiga kemenangan dari enam balapan terakhir bersama Ducati pada 2010, sebelum hengkang ke Repsol Honda, sangat terkejut. Juara dunia 2007 ini mengaku bingung untuk menjelaskan mengapa Rossi sulit mentransfer ilmunya.

Stoner, yang telah memenangkan lima dari 10 balapan tahun 2011 bersama Honda, termasuk kesuksesan besar di Laguna Seca akhir bulan lalu, mengatakan: "Saya tahu motor ini dari musim lalu, tapi sekarang dia berada di motor yang sudah mereka kembangkan sendiri, sehingga saya tidak tahu, karena saya belum pernah menunggangnya. Ini adalah motor yang mereka pikir akan menjadi langkah maju.

"Ini adalah motor yang sulit untuk ditunggang, tapi saya bisa meraih kesuksesan selama beberapa tahun terakhir, meskipun tidak seperti yang kuinginkan. Saya juga membuat beberapa kesalahan.

"Tapi ini mengejutkan, karena bakat Valentino jauh lebih baik dari ini, dan saya yakin jika masih di Yamaha, dia pasti sedang mendorong untuk meraih kemenangan.

"Kecepatannya masih ada, sehingga mereka hanya perlu mencari tahu apa yang salah dengan motornya. Tapi saya sangat berharap mereka bisa semakin dekat."

Hal senada juga diungkapkan Lorenzo, mantan rekan setim Rossi di Yamaha. Pebalap Spanyol tersebut, yang kini berada di peringkat dua klasemen sementara dan terpaut 20 poin dari Stoner, merasa sangat terkejut dengan performa Rossi pada 10 seri perdananya bersama Ducati.

Padahal, juara dunia 2010 tersebut punya harapan yang besar bahwa dengan keputusan Ducati menggaetnya dengan bayaran sangat tinggi, Rossi bisa menghadirkan sebuah hasil yang menjanjikan. Dengan demikian, persaingan musim 2011, yang tersisa delapan seri lagi, bakal ketat dan seru.

Sayang, kenyataannya jauh berbeda dari apa yang dikira Lorenzo. Sejauh ini, Rossi baru satu kali naik podium di Le Mans, itu pun karena terjadi insiden kontroversial antara Marco Simoncelli dan Dani Pedrosa, yang membuat Rossi bisa mengambil keuntungan.

"Performa Valentino cukup mengagetkanku," ujar Lorenzo, yang menjadi tandem Rossi antara 2008 dan 2010.

"Saya pikir dia akan lebih banyak berada di depan, setidaknya untuk naik podium. Tetapi saat ini dia hanya satu kali naik podium, dan itu pun karena dua pebalap di depannya jatuh.

"Saya heran dengan penampilan Valentino, karena kadang-kadang pebalap lain seperti (Randy) de Puniet atau (Karel) Abraham bisa lebih cepat darinya.

"Tapi saya juga terkejut dengan performa Casey yang dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir bersama Ducati. Saya terkejut karena dia mampu meraih banyak kemenangan dan bertarung untuk mengejar gelar juara dunia, sedangkan para pebalap lain begitu kesulitan dengan motor itu."

Dovi-Bradl, Satu Tim Beda Seragam di LCR


Tim LCR Honda berencana menempatkan dua pebalap pada MotoGP musim 2012. Nama Andrea Dovizioso ada di urutan pertama, dan dia bakal bersanding dengan "rising star" dari Jerman yang saat ini tampil di Moto2, Stefan Bradl.



Saya mengerti itu, tetapi kami sedang mempersiapkan sebuah proyek di mana Andrea dalam satu seragam dan Stefan dengan lainnya, tapi di bawah bendera LCR



Manajer tim, Lucio Cecchinello, saat ini bekerja pada dua proyek terpisah untuk menghadapi musim depan. Salah satu yang sedang dilakukannya adalah terus bekerja dengan pebalap tim pabrik Honda, Dovizioso. Di samping itu, dia juga sudah mengadakan pembicaraan dengan tim yang diperkuat Bradl, Viessmann Keifer, tentang potensi kerja sama pada musim 2012.

Skuad Kiefer itu ingin pindah ke MotoGP bersama Bradl pada musim depan, dengan menyewa sebuah motor Honda, yang dibiayai oleh sponsor saat ini, Viessmann. Meskipun demikian, tim Bradl itu akan tampil di bawah payung LCR.

Menanggapi hal itu, Cecchinello mengatakan: "Kami menghormati tim-tim di kompetisi ini, jadi tuan Kiefer didukung oleh Viessmann dan kami tidak akan merasa senang atau bangga mencuri nama sponsor mereka.

"Aku tidak mendekati Viesmmann. Mereka mendekati kami melalui Honda. Kami memiliki beberapa percakapan selama Grand Prix Jerman dan sekarang kami harus mempersiapkan dua rencana yang berbeda. Satu rencana adalah dengan satu pebalap dan yang lain dengan dua pebalap. Saya percaya tuan Viessmann pertama-tama akan mempertimbangkan proyek di mana ia bisa menjadi sponsor tunggal, dan itu akan menjadi tim Jerman.

"Saya mengerti itu, tetapi kami sedang mempersiapkan sebuah proyek di mana Andrea dalam satu seragam dan Stefan dengan lainnya, tapi di bawah bendera LCR. Saya percaya itu penting bagi mereka untuk memahami apa yang Stefan pikirkan dan apa yang ia sarankan kepada mereka. Saat ini mereka sedang menunggu untuk memahami apa yang Stefan inginkan."

Klasemen Pembalap Dan Team Motogp 2011


1.Casey Stoner (Repsol Honda) 193

2.Jorge Lorenzo (Yamaha) 173

3.Andrea Dovizioso (Repsol Honda) 143

4.Dani Pedrosa (Repsol Honda) 110

5.Valentino Rossi (Ducati Corse) 108

6.Ben Spies (Yamaha) 98

7.Nicky Hayden (Ducati Corse) 94

8.Colin Edwards (Tech3 Yamaha) 67

9.Hiroshi Aoyama (Gresini Racing) 62

10.Marco Simoncelli (Gresini Racing) 60

11.Hector Barbera (Aspar Ducati) 56

12.Karel Abraham (Cardion AB) 46

13.Alvaro Bautista (Rizla Suzuki) 39

14.Toni Elias (LCR Honda) 38

15.Cal Crutchlow (Tech3 Yamaha) 34

16.Loris Capirossi (Pramac Ducati) 25

17.Randy de Puniet (Pramac Ducati) 15

18. John Hopkins (Rizla Suzuki) 6


Klasemen Tim MotoGP 2011


1.Repsol Honda 454

2.Yamaha Racing 271

3.Ducati Corse 202

4.Gresini Racing 118

5.Yamaha Tech3 106

6.Mapfre Aspar 54

7.Cardion AB 46

8.Rizla Suzuki 45

9.Pramac Racing 41

10.LCR Honda 38


Kalender MotoGP 2011


1.MotoGP Qatar* 20 Maret 2011 Losail

2.MotoGP Spanyol 03 April 2011 Jerez

3. MotoGP Portugal 01 Mei 2011 Estoril

4.MotoGP Perancis 15 Mei 2011 Le Mans

5. MotoGP Spanyol 05 Juni 2011 Catalunya

6.MotoGP Inggris 12 Juni 2011 Silverstone

7.MotoGP Belanda** 25 Juni 2011 TT Assen

8.MotoGP Italia 03 Juli 2011 Mugello

9.MotoGP Jerman 17 Juli 2011 Sachsenring

10.MotoGP Amerika*** 24 Juli 2011 Laguna Seca

11.MotoGP Ceko 14 Agustus 2011 Brno

12.MotoGP Amerika 28 Agustus 2011 Indianapolis

13. MotoGP Italia 04 September 2011 Misano

14.MotoGP Spanyol 18 September 2011 Motorland Aragon

15.MotoGP Jepang 02 Oktober 2011 Motegi

16.MotoGP Australia 16 Oktober 2011 Philip Island

17.MotoGP Malaysia 23 Oktober 2011 Sepang

18MotoGP Spanyol 06 November 2011 Valencia



Gaji Para Pebalap MOTOGP


Hampir semua orang terutama para penggemar olah raga pemacu adrenalin merasa penasaran, kira-kira berapa gaji yang diterima oleh pembalap yang turun di arena balapan "kelas para raja-raja" alias MotoGP?

Di bawah ini adalah besarnya gaji yang diterima oleh para pembalap seperti dilaporkan oleh GPOne.com. Sumber penghasilan lainnya yang diraup oleh tiap pembalap diluar gaji yaitu ada dua sumber pemasukan, di antaranya sponsor teknis dan sponsor pribadi.


Gaji dibayarkan oleh pabrikan atau tim kepada pembalap sebagai imbal jasa atas jerih payah mereka selama turun di setiap seri dalam satu musim balapan.

Ini merupakan jumlah kotor, dan tidak ada standar atau metode baku cara pencairan gaji tersebut. Namun, kebanyakan para pembalap umumnya dibayar dalam tiga tahap, biasanya 30% pada awal musim, 30% pada pertengahan dan sisanya di akhir musim.


Sponsor teknis umumnya terdiri dari baju balap (livery), helm dan sepatu yang digunakan oleh pembalap, sementara sponsor pribadi biasanya tidak ada hubungannya dengan motor, lebih kepada pencitraan produk terhadap image seorang pembalap.

Berikut adalah peringkat untuk gaji pembalap MotoGP,


1. Valentino Rossi: 12-15 juta Euro (sekitar Rp 141,4 miliar-176,8 miliar)

2.Casey Stoner: 5-7 juta Euro (Rp 58,9 miliar-82,5 miliar)

3.Jorge Lorenzo: 4-7 juta Euro (Rp 47,1 miliar-82,5 miliar)

4. Dani Pedrosa: 3-4 juta Euro (Rp 35,3 miliar-47,1 miliar)

5. Andrea Dovizioso: 1,5-2 juta Euro (Rp 17,6 miliar-23,5 miliar)

6. Marco Simoncelli: 1,5-2 juta Euro (Rp 17,6 miliar-23,5 miliar)

7. Loris Capirossi: 1,5 juta Euro (Rp 17,6 miliar)

8. Ben Spies: 1-2 juta Euro (Rp 11,7 miliar-23,5 miliar)

9. Alvaro Bautista: 1 juta Euro (Rp 11,7 miliar)

10. Randy De Puniet: dari 500.000 Euro ( Rp 5,8 miliar-14,1 miliar)

11. Colin Edwards: 250 ribu Euro (Rp 2,9 miliar)



Kelas Moto2: Andrea Iannone 200.000 Euro (Rp 2,3 miliar), Kelas 125 :

Marc Marquez 200.000 Euro (Rp 2,3 miliar)

Nilai sponsor teknis untuk pengendara untuk level menengah hingga


level pembalap top :

Helm: 200-600 ribu Euro (sekitar Rp 2,3 miliar-7 miliar)

Baju Balap: 250-500 ribu Euro (Rp 2,9 miliar-5,8 miliar)

Sepatu Balap: 100-200 ribu Euro (Rp 1,1 miliar-2,3 miliar)



Komparasi Honda CBR 250R non ABS vs 150R, Beda Karakter!


Honda CBR 250R non Antilock Brake System (ABS) dan CBR 150R cuma terpaut tipis masalah harga. CBR 250R non ABS dilepas Rp 39,9 juta, sedang CB 150R dijual Rp 33 juta. Cuma terpaut Rp 6,9 juta saja.

Jadinya pilih yang mana? Tentunya sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai salah pilih lalu menyesal di kemudian hari. Yuk simak ulasannya!

Antara Sporty dan Elegan

Secara bentuk memang bagai pinang di belah dua. Tapi membelah pinangnya besar sebelah ya! Meski mirip, CBR 250R punya dimensi lebih gambot. Ulasan komparasi desain kedua motor ini sudah pernah dikupas pada tulisan sebelumnya.

Perbedaan fitur misalnya aplikasi lampu depan tanpa saklar di CBR 150R, sedang CBR 250R masih pakai saklar. Lalu kunci kontak dan setang dengan pelindung magnet ada pada CBR 150R, di CBR 250R fitur ini nihil.

Pilihan warnanya juga beda. CBR 250R tampil lebih elegan dengan pilihan warna merah, silver dan hitam. Kesemuanya bernuansa metalik dengan paduan warna silver. Sedang CBR 150R punya pilihan warna sporty; merah, hitam dan kombinasi merah-biru-putih.

Handling

Duduk diatas jok kedua motor ini, pasti Honda CBR 150R lebih bersahabat untuk pengendara bertubuh tak terlalu besar. Tinggi joknya hampir sama tapi CBR 250R lebih lebar sehingga kaki harus sedikit lebih dibuka, jadinya kaki harus sedikit menjinjit untuk tinggi pengendara tak lebih dari 165cm.

Handlingnya, CBR 150R dipastikan lebih lincah. Bobotnya lebih ringan, hanya 138 kg, sedang CBR 250R mencapai 161 kg. Belum lagi sumbu roda yang lebih pendek. CBR 250R punya jarak 1.370 mm, CBR 150R hanya 1.310 mm. Meliuk di kemacetan lebih santai, tak perlu tenaga ekstra.

Melibas tikungan CBR 250R lebih mantab. Yang membedakan, suspensi belakang CBR 150R lebih lembut ketimbang CBR 250R. Pantat motor mudah mengayun ketika melibas tikungan dan ada jalanan tak rata.

Akselerasi CBR 250R Lebih Galak

Bicara performa, beda juga karakternya. Kalau yang suka akselerasi dan stop an go pasti bakal lebih kerasan dengan performa mesin 250 cc satu silinder pada CBR 250R. Putaran bawah CBR 250R lebih galak.

Sedang CBR 150R lebih enak di putaran atas. Torsi maksimum 12,66 Nm-nya ada di 8.500 rpm makanya baru enak di 6.000 sampai 7.000 rpm ke atas. Jadi sang pengendara harus pandai-pandai menempatkan gigi sesuai dengan kecepatan dan putaran mesin untuk mendapatkan performa yang mengigit.

Untuk membuktikan tarikan bawah CBR 250R lebih yahud, dilakukan pengetesan dengan menggunakan alat ukur Vericom VC-3000. Untuk mencapai kecepatan dari 0 – 60 km/jam, CBR 150R butuh waktu 4,4 detik. Sedang CBR 250R yang isi silinder lebih besar 100 cc, hanya 3,3 detik.

Satu lagi yang menjadi catatan dalam komparasi ini adalah suhu mesin kedua motor ini selalu stabil. Suhunya tidak pernah lebih dari tiga bar dari total 6 bar pada indikator suhu mesin. Rasanya kipas electric di radiator cukup membantu mendinginkan mesin.

CBR 150R Unggul Konsumsi BBM

Sebelumnya pernah melakukan pengetesan konsumsi BBM sendiri-sendiri, kali ini dibuat bersamaan. Jangan heran kalau hasilnya sedikit berbeda. Menempuh rute yang bervariasi, melalui jalur padat kemacetan dan ketika ketemu jalan lurus yang sepi, motor dipacu maksimal.

Hasilnya, meski sama-sama mengusung sistem injeksi PGM-Fi, CBR 150R lebih unggul dengan 1 liter Pertamax untuk 35 km. Sedang CBR 250R, sedikit lebih haus. Karena 1 liter Pertamax akan habis usai berlari 32 km.

Rabu, 10 Agustus 2011

Stoner Berambisi Perlebar Jarak



Casey Stoner sangat percaya diri menghadapi balapan MotoGP Republik Ceska. Bahkan, pembalap andalan Repsol Honda ini optimistis bisa memperlebar jarak di Sirkuit Brno, akhir pekan ini.

Saat ini, Stoner masih memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 20 poin dari Jorge Lorenzo. Hasil itu, menyusul kemenangan pada balapan sebelumnya di MotoGP Amerika Serikat, bulan lalu. Stoner semakin merasa sangat siap.

Sebab, masa istirahat yang didapat mantan pembalap Ducati tersebut, didapat setelah tampil dominan pada balapan sebelumnya yang berlangsung di Sirkuit Laguna Seca. "Sekarang saya merasa sangat santai," kata Stoner. "Saya sudah tidak sabar untuk segera balapan di Sirkuit Brno."

"Ini merupakan sebuah lintasan yang selalu saya nikmati, dan saya yakin dengan hasil yang bagus dalam beberapa tahun terakhir, kami bisa mengharapkan memperoleh balapan yang gemilang di sini," lanjut bintang asal Australia itu.

Wajar bila Stoner sangat percaya diri. Pasalnya, juara dunia MotoGP 2007 itu selalu naik podium di balapan tahun ini. Hanya, insiden pada balapan di Sirkuit Jerez, yang mematahkan rekor sempurnanya pada balapan kali ini,

"Saya melihat motor Honda sudah sangat kompetitif di semua sirkuit pada tahun ini. Jadi, saya sangat yakin sekali kami akan tampil maksimal pada balapan di Sirkuit Brno," tandasnya sebagaimana dilansir dari Autosport,
Powered By Blogger

Calender MotoGP 2011

Berita Populer