Rabu, 08 Februari 2012

Stoner Tak Memaksa Anak Jadi Pembalap

Jika sang anak ingin mengikuti jejaknya, juara dunia MotoGP bertahan itu hanya mengarahkan Juara dunia MotoGP 2011, Casey Stoner dan sang istri, Adriana Tuchyna, tengah menantikan kehadiran putra pertama mereka. Meski belum terlahir ke dunia, Stoner sudah mengantongi rencana masa depan untuk buah hati mereka itu. Ketangguhan Stoner di atas lintasan balap memang tidak diragukan lagi. Pembalap andalan Repsol Honda itu terbukti sukses menyabet gelar juara di musim lalu, dan sebelumnya pada 2007 saat masih membawa bendera Ducati. Kesuksesan di ajang balap motor paling bergengsi ini tak lantas membuat Stoner ingin menularkannya kepada sang anak. Pembalap berkebangsaan Australia itu berjanji akan memberi kebebasan bagi anaknya untuk menentukan masa depan. Kendati sang anak tertarik mengikuti kiprahnya, Stoner hanya sebatas memberi arahan. “Tentunya, kami akan mengajari mereka sejak belia. Tapi, keputusan menjadi pembalap atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada mereka,” ujarnya seperti dikutip dari Crash, Senin 6 Februari 2012. Stoner menikahi Adriana di Adelaide, Australia pada 6 Januari 2007, ketika usianya belum genap 22 tahun. Pembalap kelahiran 16 Oktober 1985 itu mengaku tidak pernah menyesal telah melepas masa lajang di usia sangat muda. “Banyak orang mengatakan, performa Anda menurun setelah menikah. Tapi di tahun pertama pernikahan, saya justru menjadi juara dunia. Ketika akan mempunyai bayi, saya meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Saya tidak berpikir itu adalah masalah,” tegasnya. Stoner mengumumkan kehamilan Adriana saat gelaran MotoGP Republik Ceko pada Oktober 2011. Menurut perhitungan dokter, Adriana akan melahirkan pada Februari ini. (one)

Demi Dapatkan SIM, Jorge Lorenzo Belajar ‘Melambat’

Setelah berhasil lulus ujian teori demi mendapatkan SIM untuk mengendarai motor (SIM C), pembalap yang berasal dari Palma de Mallorca, Spanyol tersebut sekarang tengah disibukkan untuk belajar perihal mengendarai motor dengan baik sebagai persiapan untuk menjalani tes selanjutnya. Jorge Lorenzo mengejutkan dunia Twitter dengan mengumumkan kalau dia baru saja sukses menjalani ujian teori dan sekarang juara dunia MotoGP 2010 tersebut tengah bersiap untuk melakukan tes selanjutnya untuk mendapatkan SIM yang mengijinkannya untuk ber-roda dua di jalanan secara legal. Sebelum melaksanakan ujian ‘praktek yang sesungguhnya, minggu ini Lorenzo akan berlatih di jalanan Mount Montjuic di Barcelona yang merupakan daerah yang terkenal akan fasilitas driving-schoolnya. Lorenzo mengatakan: “Saya mendapatkan SIM mobil pada usia 18 tahun dan sejauh ini saya tidak merasa memerlukan SIM motor karena tidak dibutuhkan untuk bisa berkompetisi (di MotoGP). Namun sekarang saya memerlukannya jadi saya bisa mengendarai motor di jalanan untuk melintasi antar kota dan saya mulai melakukannya.” Lorenzo berlatih dengan mempergunakan Yamaha YBR 250cc. Pembalap berusia 24 tahun tersebut melanjutkan: “Satu-satunya pembimbing saya di dunia ini adalah Javi yang selalu memberi tahu saya bagaimana cara melaju dengan lebih lambat saat membesut motor. Dan saya harus memperhatikan beliau jika saya menginginkan untuk lolos ujian. Jika Anda melaju kencang, Anda tidak lolos. Saya harus melaju pelan. Saya tak pernah mencoba menunggangi motor dengan perlahan. Saya selalu berusaha untuk melaju secepat mungkin. Tapi sesegera Anda mengubah pemikiran Anda dan bisa memisahkan antara balapan dengan cepat dan mengendarai motor di jalanan dengan baik, semua akan menjadi mudah.”

Alvaro Bautista: Bersama Honda, Semuanya Lebih Mudah

Alvaro Bautista menyebutkan kalau motor baru Honda RC213V menghadirkan pengalaman membalap yang lebih mudah untuknya. Pembalap yang berasal dari Spanyol tersebut memasuki persaingan MotoGP di era baru 1000cc dengan bergabung bersama tim Honda Gresini setelah menjalani dua tahun berkompetisi di kelas tertinggi bersama Suzuki yang notabene vakum dari kejuaraan MotoGP pada musim 2012-2013. Bautista menyelesaikan tes pra musim pertama MotoGP yang berlangsung di Sepang, Malaysia dengan catatan waktu terbaik 2 menit 1,384 detik yang menempatkannya di peringkat kesembilan. Pembalap yang mempergunakan nomor motor 19 tersebut memuji performa piranti elektronik yang terdapat pada tunggangan barunya tersebut. Bautista menjelaskan, “Elektroniknya sungguh luar biasa. Feeling saya pada dua hari pertama menggunakan motor ini terasa kurang bertenaga daripada Suzuki 800c. Namun Anda selalu berjuang banyak untuk melakukan kontrol pada Suzuki, jadi kemungkinan itulah yang membuat motor 800cc tersebut terasa melaju dengan cepat. Bersama Honda semuanya menjadi lebih mudah dan catatan waktu bisa diperoleh lebih mudah.” Tes pra musim juga merupakan kesempatan bagi Bautista untuk beradaptasi dengan sistem transmisi seamless-shift yang dikembangkan Honda. Bautista menambahkan, “Gearboxnya sangat mengesankan. Saat Anda sedang menikung di belokan yang panjang dan saat Anda harus berpindah gigi, maka motornya tidak bergeser satu milimeterpun.” Tak seperti kebanyakan tim yang lainnya yang menggunakan suspensi yang berteknologi dari Ohlins, untuk tahun ini Honda Gresini kembali akan mempergunakan suspensi yang dikembangkan Showa yang juga mulai dipergunakan oleh tim-tim di kelas Moto2 dan Moto3.

Selasa, 07 Februari 2012

Pada hari yang sama saat Nicky Hayden menjalani operasi di Amerika yaitu Senin (6/2) kemarin, Valentino Rossi juga menjalani operasi pencabutan pin di tulang kering kakinya. Pin yang telah menyanggah tulang kaki kanannya sejak mengalami cedera di MotoGP Mugello, Italia 2010 lalu, dilakukan di Rumah Sakit Cattolica dan ditangani langsung Dr. Giannicola Lucidi, Dr. Marco Trono dan Dr. Giuseppe Porcellini. Proses operasi yang berjalan lancar tersebut, dikabarkan sudah bisa menjalani proses rehabilitasi pada 4-5 hari, terhitung mulai hari ini Selasa (7/1) jika tidak terjadi masalah apapun. “Proses operasi berjalan dengan lancar dan kondisi Rossi baik-baik saja. Saya ketemu dengannya pada pagi hari, dan mulai menjalani proses operasi dari jam 10 am hingga pukul 11 am. Ia pun mulai sadar dan merasa lebih baik beberapa saat setelah operasi. Rossi memiliki Cattolica karena merasa nyaman dan juga dekat dari rumahnya,” ungkap Dr. Lucidi. Kabarnya Rossi langsung meninggalkan Rumah Sakit Cattolica pada malam tadi, dan menjalani istirahat di rumah. Tim dokter yang menangani Rossi pun menganggap bahwa Rossi akan siap untuk mengikuti sesi tes pra musim MotoGP yang kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia 2012 pada 28 Februari hingga 1 Maret 2012 mendatang. “Saya harus tetap menjaga wibawa meski berada di dalam ruang operasi. Terimakasih kepada Dr. Lucidi, Dr. Little Pigs dan George dan semua orang di Rumah Sakit Cattolica, yang sudah berupaya mengambil gambar,” canda Rossi melalui akun twitter miliknya (@ValeYellow46).

Target Edwards Meleset, Gara-Gara Motor Bergetar

Kembali melakukan sesi tes di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 31 Januari hingga 2 Februari 2012 pekan lalu, memang bukan hal yang gampang bagi seorang pembalap senior seperti Colin Edwards. Selain karena di sirkuit ini ia melihat kawannya yaitu Marco Simoncelli meninggal dunia, juga karena tahun ini ia akan bertarung di MotoGP menggunakan motor CRT (Claiming Rule Team). Meski awalnya menargetkan bisa menembus catatan lap tercepat 2 menit 2 detik atau paling tidak 2 menit 3 detik, namun kenyataannya sangat berat. Motor yang dikendarainya mengalami masalah getaran yang cukup keras, dan hanya bisa memaksimalkan cataan lap tercepatnya dengan 2 menit 4.722 detik. Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi pembalap asal Texas, Amerika itu. Sebab jarak dengan lap tercepat motor prorotipe masih cukup jauh. “Sejujurnya saya ingin mencetak lap tercepat 2 menit 2 atau 3 detik, karena itu cukup memungkinkan untuk dilakukan dalam 3 hari sesi tes pra musim MotoGP 2012 yang pertama. Saya tidak berharap ada masalah getaran pada motor yang tiba-tiba muncul. Hingga akhirnya kami hanya bisa maksimalisasi dengan 2 menit 4.722 detik. Kalau saja itu tidak terjadi, mungkin kami bisa menembus 2 menit 2 detik,” sesal Edwards. Tapi satu hal yang membuat Edwards cukup senang, yaitu sistem kelistrikan yang dipasok oleh Bosch sudah lebih baik dan sesuai dengan akurasi permintaan Edwards usai sesi tes Valencia 2011 lalu. “Sistem kelistrikan berkembang cukup pesat meski masih butuh improvisasi lagi. Tapi secara keseluruhan saya senang dengan part ini. Kru Bosch bekerja keras pada apa yang saya inginkan,” pungkas Edwards. Meski Edwards jadi pembalap motor CRT tercepat di sesi tes pra musim pertama MotoGP 2012 di Sepang, Malaysia, tapi ini belum bisa dijadikan jadi tim CRT terbaik musim 2012. Sebab hanya ada 4 pembalap yang menggunakan spesifikasi motor CRT dan hanya Edwards yang tahun lalu ikut bertarung di MotoGP. Tim CRT lain baru melakukan latihan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada waktu bersamaan

CEO Dorna Jelaskan Alasan dan Keterlambatan Regulasi Penambahan Bobot di MotoGP

Saat pelaksanaan GP Valencia 2011, Grand Prix Comission menggelar rapat yang menghasilkan keputusan kalau bobot minimal motor 1000cc adalah 153 kg, atau tiga kilogram lebih berat daripada motor 800cc. Peraturan tersebut berlaku hingga off season test yang hanya digelar dua hari setelah seri terakhir MotoGP tersebut usai. Akan tetapi Grand Prix Commission yang terdiri dari Dorna, IRTA, FIM dan MSMA kembali mengadakan pertemuan pada 14 Desember dan di situlah disepakati perubahan regulasi perihal bobot minimum menjadi 157 kg. Hal ini tentunya mengharuskan seluruh tim untuk menaati aturan penambahan bobot seberat 4 kg tersebut. Semua tim, baik Honda, Yamaha, Ducati maupun CRT tentunya memiliki pekerjaan dan biaya tambahan untuk menyesuaikan dengan aturan yang berlaku mulai 2012, terutama pada saat tes pra musim di Sepang. Baru-baru ini Casey Stoner kecewa dengan keterlambatan pengambilan keputusan baru tersebut, karena regulasi penambahan bobot sebesar 4 kg dinilainya seharusnya diumumkan sebelum tes Valencia agar Repsol Honda maupun tim yang lain tidak perlu mengeluarkan dana dan tenaga untuk kembali mengembangkan motor yang sesuai dengan spesifikasi minimum 157 kg tersebut di saat mereka telah membuat motor berbobot minimal 153 kg. Terlepas dari sindiran Stoner yang menganggap keterlambatan pengesahan aturan ini menguntungkan pihak lain, pada kenyataannya Ducati telah mempunyai sebuah program untuk mendesain ulang motor GPZero selepas tes Valencia untuk dijadikan GP12. Berdasarkan informasi dari Vittoriano Guareschi dan Filippo Preziosi, desain motor baru selesai sebelum Natal (25 Desember). Tentu Ducati juga harus menunggu keputusan Grand Prix Commission pada 14 Desember. Ini berarti Ducati mempunyai waktu kurang lebih 11 hari (antara 14-25 Desember) untuk mendesain ulang motor GP12 agar sesuai dengan peraturan yang disepakati untuk diberlakukan mulai tes pra musim yang pertama. Terlebih, GP12 diklaim merupakan motor yang fleksibel, sehingga lebih mudah bagi Ducati untuk melakukan perubahan sesuai yang dikehendaki Grand Prix Commission. Walaupun begitu bukan berarti Ducati tidak memerlukan tenaga dan dana ekstra demi menaati aturan baru tersebut. CEO Dorna, Carmelo Ezpelata menjelaskan kalau terjadi kesalahpahaman dalam Grand Prix Commission sehingga pengambilan keputusan ‘sangat terlambat’. Seperti halnya Guareschi, Ezpelata juga mengatakan kalau peraturan penambahan bobot minimal tersebut bertujuan untuk membantu motor CRT yang sejatinya memiliki mesin yang lebih berat ketimbang prototype yang menyulitkan mereka untuk mengurangi bobot hingga 153 kg, seperti peraturan yang sebelumnya. Ezpelata mengatakan, “Ada sebuah usulan yang dibuat oleh Dorna dan IRTA, pada rapat GP Valencia untuk meningkatkan bobot minimum menjadi 160 kg. Karena sulit dan mahal bagi motor CRT (privateer) untuk mengurangi bobot mereka. Jadi jika semuanya membalap dengan bobot minimum yang sama, maka akan membantu CRT. “Kami telah mengajukan proposal peningkatan bobot motor, namun MSMA mengatakan kalau keputusan itu ditentang MSMA. Jika MSMA tak sepakat, Grand Prix Comission tidak dapat menyetujui peraturan tersebut, karena ini merupakan sebuah aturan teknis. “Selanjutnya ketika saat-saat terakhir, usulan tersebut menjadi tidak disetujui oleh mayoritas. Jika oposisi MSMA tidak sepakat, kami tak punya kewajiban untuk mengikuti keputusan mereka. “Kemudian pada rapat Grand Prix Comission pada Desember kami meminta maaf karena salah paham terhadap apakah keputusan MSMA disepakati atau tidak. Saya menganggap jika mereka tidak setuju kami mempunyai hak untuk memaksakan aturan tersbut. “Akhirnya, bukan 160 kg melainkan 157 kg (untuk 2012) disepakati oleh mayoritas Grand Prix Commission.” Penambahan bobot ini tentu akan lebih menyusahkan Dani Pedrosa yang memiliki postur tubuh lebih kecil. Pembalap Spanyol tersebut menjelaskan, “Anda bisa merasakan penambahan bobotnya saat mengerem dan ketika berbelok. Ini merupakan aspek positif kecil dari perubahan kapasitas silinder, namun kami akan beradaptasi dengan aturan tersebut. “Sebenarnya 1000cc lebih sulit untuk dibesut. Saya harus memperkuat bahu setelah mengalami cedera yang saya dapat musim lalu. Saya telah mencoba untuk mendapatkan dasar fisik yang bagus untuk menahan bebannya. Saya telah bisa mengetahui tuntutan dalam membalap dengan motor tersebut pada tes (Sepang I) dan memiliki petunjuk mengenai apa yang perlu saya benahi.”.

Ducati Tanggapi Aturan Penambahan Bobot Motor di MotoGP

Beberapa waktu yang lalu Casey Stoner mengeluhkan tentang keterlambatan pengesahan peraturan penambahan bobot minimal untuk motor yang digunakan dalam berkompetisi di MotoGP yang berlaku sejak 1 Januari 2012. Membaca kritikan Stoner terhadap perubahan yang cukup berpengaruh terhadap RC213V miliknya, bos tim Ducati, Vittoriano Guareschi memberikan komentarnya. Peraturan awal menyebutkan kalau bobot minimal motor 1000cc haruslah 153 kg, akan tetapi regulasi tersebut direvisi setelah tes off season di Valencia dan mendapat penambahan berat 4 kg menjadi 157 kg yang berlaku mulai awal 2012. Hal ini tentu mempengaruhi desain motor 1000cc sejumlah pabrikan yang telah mengembangkan motor dengan bobot minimal 153 kg sebelum off season test Valencia, kecuali tim pabrikan Ducati yang terlambat dan baru mengembangkan motor terbaru Ducati GP12 (bobot di atas 157 kg) pada akhir tahun 2011. Ini berarti, perubahan aturan yang mendadak tersebut tidak terlalu merepotkan tim pabrikan Ducati yang mendesain ulang GPZero yang mereka uji coba di Valencia untuk disulap menjadi GP12 yang diklaim 90% mengalami perubahan. Akan tetapi, menanggapi kritikan Stoner yang seakan menyindir perubahan aturan tersebut untuk menguntungkan pihak lain, Vittoriano Guareschi dengan senang menjelaskan, “Aturan ini tidak dibuat untuk kami, tetapi untuk (mempermudah) tim-tim CRT. Karena mereka mempergunakan mesin berbasis produksi yang memang lebih berat daripada mesin prototype. Sulit bagi mereka untuk mendekati batasan 153 kg. Selain itu, aturan ini juga membantu untuk mengurangi biaya, karena beberapa material khusus tak lagi dipakai untuk mengurangi berat motor.” Untuk tahun 2013, rencananya akan kembali terdapat penetapan bobot minimal menjadi 160 kg. Guareschi melanjutkan, “Sungguh, lebih mudah bagi kami untuk beradaptasi dengan peraturan baru tersebut. Karena desain kami telah selesai sebelum Natal, dan untuk itu kami tidak perlu melakukan modifikasi proyek yang sudah ada.” Lain Ducati, lain Honda dan Yamaha. Wakil presiden HRC Shuhei Nakamoto baru-baru ini telah mengatakan kalau perubahan bobot sedikit saja memerlukan pekerjaan dan biaya tambahan. Hal ini pula yang diyakini memperparah problem getar yang dikeluhkan oleh Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Akan tetapi permasalahan tersebut tidak menjadi gangguan besar bagi Ducati. Guareschi menambahkan, “Kami tidak mendapati vibrasi yang berarti khususnya Rossi yang terlihat kebal terhadap masalah ini. Tahun lalu Hayden mengalami masalah itu namun Valentino tak pernah merasakannya. Saya tak yakin mengapa hal itu terjadi, mungkin akibat gaya balapnya atau rasa sensitifnya terhadap kerja motor. Tapi dia jarang mengalami problem getar.”
Powered By Blogger

Calender MotoGP 2011

Berita Populer