Kamis, 09 Februari 2012

Motor Satelit Ducati Bisa Dapatkan ‘Upgrade’

Filippo Preziosi menjelaskan kalau pembalap dari tim satelit Ducati, Hector Barbera (Pramac) dan Karel Abraham (Cardion AB) telah menjajal komponen baru saat melakoni tes pra musim pertama MotoGP yang bertempat di Sepang, Malaysia. Baik Barbera maupun Abraham menguji motor GP Zero (sekarang dinamai GP12 satelit) yang dipergunakan Valentino Rossi dan test-rider Franco Battaini saat tes post-season di Valencia November silam. Preziosi menjelaskan kalau elektronik yang dipakai tim pabrikan serupa dengan yang dipergunakan oleh kedua tim satelit Ducati tersebut. Nantinya, motor “GP12 versi Valencia test” tersebut masih bisa diupgrade jika Ducati telah mantap untuk membuat komponen baru yang telah melalui tahap pengujian. Hector Barbera menyelesaikan tes pra musim pertama di urutan keenam yang menjadikannya sebagai pembalap satelit tercepat di kelas MotoGP dengan selisih waktu 1.322 detik dari Casey Stoner yang menjadi pace-setter. Pembalap Spanyol tersebut juga terpaut 0,105 sekon dari Valentino Rossi yang menunggangi GP12 terbaru. Sementara Karel Abraham finish keduabelas dengan selisih waktu 2.611 detik dari Stoner atau 1.3 detik lebih lambat dari Barbera. Filippo Preziosi menjelaskan, ”Kami telah mengembangkan motor yang (dipakai Rossi di tes) Valencia untuk tim satelit, berdasarkan analisis dan hasil dari tes. Jadi kami telah membawa beberapa suku cadang spesial ke Sepang untuk motor satelit. Hector sangat senang dengan motor barunya dan merupakan pembalap satelit teratas.” “Elektroniknya sudah sama (dengan motor pabrikan). Seluruh insinyur bisa membuat perbedaan pemilihan elektronik yang mereka pikir lebih bagus untuk para pembalapnya. Namun sistemnya sudah sama. Strategi kami adalah untuk mengembangkan hal-hal baru untuk tim pabrikan dan saat kemampuannya teruji dan pengembangannya sangat stabil maka kami akan menawarkan komponen tersebut kepada tim satelit. Tergantung waktu, uang, dan performa dan jika meraka memutuskan untuk membutuhkannya. Namun saya pikir Hector sangat senang terhadap motornya dan ada potensi lanjutan dengan motor tersebut sebelum berpikir dan mengubahnya.

Bridgestone Bakal Untungkan Ducati dan Yamaha

Problem ban yang terjadi tahun lalu hingga dituding sebagai biang banyaknya insiden pembalap yang terjatuh, memang langsung jadi sorotan utama Loris Capirossi yang tahun ini mengambil peran sebagai kru teknis untuk safety pembalap di MotoGP. Bahkan Carlo Pernat (mantan manager Loris Capirossi) menganggap peran ban Bridgestone tahun ini akan menentukan kompetisi di MotoGP. Pernat melihat ada beberapa tim yang diuntungkan dengan spesifikasi ban seperti ini berdasarkan hasi tes pra musim MotoGP yang pertama pekan lalu. Diantaranya Ducati dan Yamaha. “Ban Bridgestone spesifikasi tahun 2012, memang menawarkan performa lebih baik. Namun itu bekerja lebih baik pada Ducati dan juga Yamaha. Tapi khusus untuk Honda, ban Bridgestone justru membuat motor jadi bergetar. Saya rasa ini adalah peringatan tersendiri bagi Honda,” buka Pernat. Penuturan Pernat, mungkin cukup masuk akal jika memasukkan Ducati sebagai tim yang berhasil beradaptasi dengan baik menggunakan ban Bridgestone tipe 2012. Sebab Ducati sendiri sudah menegaskan bahwa mulai musim ini, mereka akan membangun motor berdasarkan karakter ban. Sementara Yamaha sendiri masih fokus pada handling motor. Meski Honda belum mengklaim getaran itu berasal dari karakter ban Bridgestone yang belum klop dengan motor Honda, toh Casey Stoner masih mampu membuktikan bahwa pencapaian lap tercepatnya belum tersaingi. “Ini sangat menarik, Stoner tahu persis apa yang harus dilakukannya. Jika pun ada getaran, itu karena ia terlalu memaksakan performa motornya,” pungkas Pernat.

Tim Yamaha Mendapat Sponsor Baru Saucony

Tim Yamaha Factory Racing telah mendapat sponsor baru yaitu Saucony untuk musim balapan MotoGP 2012. Pabrikan apparel yang berbasis di Kota Kutztown, Pennsylvania, Amerika Serikat itu menjadi pemasok sepatu dengan kualitas premium untuk tim yang berbasis di Kota Gerno di Lesmo ini. Saucony adalah pabrikan sepatu atletik dan apparel kualitas hi-end yang memproduksi sepatu khusus untuk lari, lari cross-country, balapan dan jalan kaki. Teknologi spesifik yang diaplikasikan kedalam sepatu relevan dengan disiplin olahraga.

Ducati Tetap Perhatikan Tim Satelit

Manajer umum Ducati Corse, Filippo Preziosi, menjelaskan tentang status teknis para pebalap tim satelit Ducati untuk awal MotoGP musim 2012. Menurutnya, Ducati tetap memberikan perhatian dengan melakukan pengembangan pada motor mereka. Selain pebalap tim pabrik, yaitu Valentino Rossi dan Nicky Hayden, Ducati juga memiliki dua Desmosedici GP12 untuk pebalap satelit. Satu bagi Hector Barbera (Pramac), dan satu lainnya untuk Karel Abraham (Cardion AB). Dalam beberapa musim terakhir, dua pebalap satelit Ducati tersebut mengalami kesulitan. Tetapi pada tes resmi perdana pra-musim 2012 di Sepang, Malaysia, pada pekan lalu, Barbera menunjukkan performa cukup menjanjikan karena berhasil menempati peringkat keenam. Pebalap Spanyol ini pun menjadi pebalap satelit dengan catatan waktu terbaik, dan hanya lebih lambat 0,1 detik dari Rossi. Namun, Barbera dan Abraham (peringkat 12 dan terpaut 1,3 detik dari Barbera) tidak diberikan motor GP12 dengan versi yang sama seperti tim pabrik. Sebaliknya, mereka menggunakan motor sebelumnya yang dipakai di Valencia pada bulan November, yang pertama kali dipakai Rossi pada tes post-season. Motor tersebut telah dikembangkan secara paralel dengan GP12 "baru", yang memulai debutnya di Sepang, yang mana kedua tipe motor itu secara penuh menggunakan rangka aluminium tiang kembar. "Kami sudah mengembangkan motor Valencia untuk tim-tim satelit, berdasarkan analisis yang sama dan hasil tes itu. Jadi, kami membawa beberapa bagian spesial (ke Sepang) untuk tim-tim satelit," ujar Preziosi. "Hector sangat senang dengan motor barunya, dan dia merupakan pebalap satelit paling bagus. "Sistem elektronik sudah sama (seperti motor pabrik)," tambah Preziosi. "Semua mekanik bisa membuat pilihan elektronik yang berbeda. Yang mana yang mereka pikir lebih bagus untuk pebalapnya. Tetapi sistemnya sama." Mengenai persiapan menghadapi awal musim balapan, Preziosi menjelaskan bahwa bagian-bagian mekanikal yang sudah terbukti akan disediakan dari tim pabrik, apabila Pramac dan Cardion AB menginginkannya. "Strategi kami adalah mengembangkan hal baru untuk tim pabrik dan ketika itu terbukti, bahwa keandalannya bagus dan pengembangannya cukup stabil, maka kami akan menawarkannya kepada tim-tim satelit," tambah Preziosi. "Itu tergantung waktu, uang, dan performa, jika mereka memutuskan (mereka menginginkannya). Tetapi saya pikir bahwa Hector cukup senang dengan motornya, dan ada potensi lanjutan dengan motor itu, sebelum berpikir untuk menggantinya." Pada tahun 2011, Ducati mendukung empat pebalap satelit di MotoGP, di mana Barbera menjadi yang terbaik setelah finis di posisi ke-11 di klasemen akhir bersama tim Aspar. Kini, Aspar sudah beralih ke motor Aprilia CRT untuk musim 2012, yang merupakan era perdana mesin 1.000 cc.

Rabu, 08 Februari 2012

Casey Stoner kembali menggunakan nomor 1 di musim ini

Kutukan si Pengguna Nomor 1
CASEY Stoner sukses merebut gelar juara dunia MotoGP dari tangan Jorge Lorenzo. Untuk itu dia berhak memilih untuk menggunakan nomor satu di bagian depan kuda besinya itu atau tetap menggunakan nomor 27, nomor keberuntungannya. Ya, ternyata pembalap Aussie itu lebih memilih nomor satu untuk menemaninya selama musim 2011/2012 digelar. Belum diketahui alasannya mengapa Stoner memilih nomor tersebut. Seperti diketahui, di MotoGP memakai nomor satu ternyata menjadi kutukan tersendiri bagi penggunanya. Entah suatu kebetulan atau tidak, sang juara di musim sebelumnya, setelah memakai nomor ini ternyata tidak bisa mempertahankan juara. Contoh terkini dialami oleh Stoner sendiri, ketika dia menjuarai MotoGP di musim 2007. Saat itu dia menggunakan nomor 1 di depan motornya. Alhasil, gelar juaranya berhasil diambil alih oleh Valentino Rossi yang saat itu masih menunggangi Yamaha YZR-M1. Uniknya, Rossi berhasil mempertahankan gelarnya dengan menggunakan nomor keberuntungannya, 46. Sedangkan contoh lain terjadi pada Nicky Hayden. Pembalap Amerika ini sangat menyukai nomor 69. Tapi saat berhasil menjuarai MotoGP, dia mengganti nomornya dengan menggunakan nomor 1. Hasilnya, Hayden hanya bisa menikmati sebagai juara bertahan selama semusim saja. Akankah Stoner mengulang kembali masa kelamnya itu dengan menggunakan nomor satu. Atau pembalap 26 tahun itu bisa mematahkan mitos tersebut dengan berhasil mempertahankan gelar juara di musim ini. Padahal suami dari Adriana Tuchyna sangat ‘lucky’ jika menggunakan nomor 27-nya itu. Kita lihat saja nanti di akhir musim MotoGP.

Stoner Tak Memaksa Anak Jadi Pembalap

Jika sang anak ingin mengikuti jejaknya, juara dunia MotoGP bertahan itu hanya mengarahkan Juara dunia MotoGP 2011, Casey Stoner dan sang istri, Adriana Tuchyna, tengah menantikan kehadiran putra pertama mereka. Meski belum terlahir ke dunia, Stoner sudah mengantongi rencana masa depan untuk buah hati mereka itu. Ketangguhan Stoner di atas lintasan balap memang tidak diragukan lagi. Pembalap andalan Repsol Honda itu terbukti sukses menyabet gelar juara di musim lalu, dan sebelumnya pada 2007 saat masih membawa bendera Ducati. Kesuksesan di ajang balap motor paling bergengsi ini tak lantas membuat Stoner ingin menularkannya kepada sang anak. Pembalap berkebangsaan Australia itu berjanji akan memberi kebebasan bagi anaknya untuk menentukan masa depan. Kendati sang anak tertarik mengikuti kiprahnya, Stoner hanya sebatas memberi arahan. “Tentunya, kami akan mengajari mereka sejak belia. Tapi, keputusan menjadi pembalap atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada mereka,” ujarnya seperti dikutip dari Crash, Senin 6 Februari 2012. Stoner menikahi Adriana di Adelaide, Australia pada 6 Januari 2007, ketika usianya belum genap 22 tahun. Pembalap kelahiran 16 Oktober 1985 itu mengaku tidak pernah menyesal telah melepas masa lajang di usia sangat muda. “Banyak orang mengatakan, performa Anda menurun setelah menikah. Tapi di tahun pertama pernikahan, saya justru menjadi juara dunia. Ketika akan mempunyai bayi, saya meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Saya tidak berpikir itu adalah masalah,” tegasnya. Stoner mengumumkan kehamilan Adriana saat gelaran MotoGP Republik Ceko pada Oktober 2011. Menurut perhitungan dokter, Adriana akan melahirkan pada Februari ini. (one)

Demi Dapatkan SIM, Jorge Lorenzo Belajar ‘Melambat’

Setelah berhasil lulus ujian teori demi mendapatkan SIM untuk mengendarai motor (SIM C), pembalap yang berasal dari Palma de Mallorca, Spanyol tersebut sekarang tengah disibukkan untuk belajar perihal mengendarai motor dengan baik sebagai persiapan untuk menjalani tes selanjutnya. Jorge Lorenzo mengejutkan dunia Twitter dengan mengumumkan kalau dia baru saja sukses menjalani ujian teori dan sekarang juara dunia MotoGP 2010 tersebut tengah bersiap untuk melakukan tes selanjutnya untuk mendapatkan SIM yang mengijinkannya untuk ber-roda dua di jalanan secara legal. Sebelum melaksanakan ujian ‘praktek yang sesungguhnya, minggu ini Lorenzo akan berlatih di jalanan Mount Montjuic di Barcelona yang merupakan daerah yang terkenal akan fasilitas driving-schoolnya. Lorenzo mengatakan: “Saya mendapatkan SIM mobil pada usia 18 tahun dan sejauh ini saya tidak merasa memerlukan SIM motor karena tidak dibutuhkan untuk bisa berkompetisi (di MotoGP). Namun sekarang saya memerlukannya jadi saya bisa mengendarai motor di jalanan untuk melintasi antar kota dan saya mulai melakukannya.” Lorenzo berlatih dengan mempergunakan Yamaha YBR 250cc. Pembalap berusia 24 tahun tersebut melanjutkan: “Satu-satunya pembimbing saya di dunia ini adalah Javi yang selalu memberi tahu saya bagaimana cara melaju dengan lebih lambat saat membesut motor. Dan saya harus memperhatikan beliau jika saya menginginkan untuk lolos ujian. Jika Anda melaju kencang, Anda tidak lolos. Saya harus melaju pelan. Saya tak pernah mencoba menunggangi motor dengan perlahan. Saya selalu berusaha untuk melaju secepat mungkin. Tapi sesegera Anda mengubah pemikiran Anda dan bisa memisahkan antara balapan dengan cepat dan mengendarai motor di jalanan dengan baik, semua akan menjadi mudah.”
Powered By Blogger

Calender MotoGP 2011

Berita Populer